Berbagai Bangunan Candi Dari Peninggalan Agama Buddha Di Indonesia

urismip.com – Bangunan candi dari Peninggalan buddha di indonesia. agama buddha yang sudah masuk ke indonesia sejak abad ke-2M telah mempengaruhi seluruhnya aspek di kehidupan masyarakat, seperti politik, ekonomi, sosial dan juga budaya di indonesia, serta juga mengubah kepercayaan penduduk di indonesia dari animisme dan dinamika menjadi kepercayaan hindu.

Siddharta Gautama, agama buddha pada masa itu mewarisi beberapa bangunan bersejarah yang tinggi, yaitu candi yang tersebar di berbagai pulau Jawa dan juga sekitarnya.

Candi merupakan salah satu karya seni tiga dimensi yang digunakan di kediaman para dewa yang sebenarnya yaitu gunung mahameru, oleh karena itu dalam seni arsitektur diberikan berbagai ukiran dan ukiran dalam bentuk pola hias yang menyesuaikan dengan alam itu sendiri.

(Gunung Mahameru). Kuil biasanya mengacu pada bangunan keagamaan, di mana benda-benda suci keagamaan kuno berasal dari peradaban Buddha.

Kuil sering digunakan sebagai tempat pemujaan Sang Buddha.

Ada juga, istilah candi tidak hanya digunakan masyarakat untuk menamakannya sebagai tempat ibadah, tetapi banyak situs arkeologi non-religius dari zaman Buddhis klasik di Indonesia yang disebut candi.

Fitur candi Buddha:

Di puncak candi, terdapat pagoda yang seperti abu, tulang, kuku, rambut ataupun gigi yang di yakini milik sang buddha sakyamuni atau biksu terkenal atau yang terkenal sebagai keluarga kerajaan buddha.

Keberadaan Buddha Sakyamuni ada relief yang menceritakan ajaran buddha.

Bentuk gedung bertingkat seringkali sangat gemuk fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah.
Bangunan ini dibagi menjadi 3 yaitu kamadatu,rupadatu dan arupadatu. Ada monyet di pintu candi, mulutnya terbuka, ada maca ganda di setiap sisi pintu tanpa rahang.

Candi induk berada di tengah-tengah candi kecil seperti candi borobudur.

Berikut beberapa candi Buddha di Indonesia:

1. Candi Borobudur

Borobudur adalah candi buddha dan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Candi ini terletak di daerah magelang, provinsi jawa tengah, sekitar kurang lebih 100KM barat daya di kota semarang,sekitar 40 kilometer barat laut yogyakarta, dan sekitar 86KM barat di surakarta.

Candi Borobudur dibangun oleh umat buddha mahayana pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra Kerajaan Mataram sekitar tahun 800M.

Candi borobudur ini memiliki 6 anak tangga, di bagian bawah berbentuk bujur sangkar, dan 3 lantai di atas nya berbentuk bulat.

Pada puncak candi terdapat stupa induk yang terletak di tengah candi, dan pada puncak candi dikelilingi oleh tiga deretan 72 stupa berlubang, di dalamnya terdapat arca buddha duduk bersila.

Posisi lotus sempurna, mudra Dharmachakra (memutar roda Dharma).

Candi borobudur ini adalah sebuah batu yang di bangun sebaga tempat suci yang menurut ajaran sang buddah untuk memuji sang buddha dan juga sebagia tempat ziarah untuk membimbing para manusia.

Kini, Candi Borobudur juga dijadikan objek wisata dengan jumlah wisatawan terbanyak.

2. Candi Mendut

Candi yang memiliki ketinggian sekitar 26,4 meter ini terletak di jalan mayor kusen, di desa mendut, kecamatan mungkid, di magelang, di jawa tengah.

Lokasi candi ini sekitar 3KM dari candi berobudur dan juga di yakini telah selesai di bangun pada masa dinasti syailendra indra sekitar tahun 824 M.

Para akreolog belanda bernama JG de casparis menemukan jejak candi ini pada tahun 1908.

Dalam prasasti Karang tengah, raja indra membangun sebuah bangunan suci yang dikenal sebagai veluvana yang berarti hutan bambu.

Pura ini dihiasi dengan ukiran bidadari, dua kera dan seekor elang serta makhluk surgawi lainnya.

Aula terbuat dari batu bata, dilapisi dengan batu alam, dan terletak di ruang bawah tanah yang lebih tinggi.

Tangga naik dan juga pintu masuk candi ini menghadap barat daya. Atap candi yang berupa bangunan 3 lantai dan di hiasi 48 stupa kecil.

Di bagian atas ruang bawah tanah terdapat koridor yang mengelilingi tubuh candi. Pada bagian depan acra buddha terdapat relief yang berbentuk roda dengan sepasang rusa, melambangkan acra buddha di bagian samping nya.

Di sebelah kiri adalah patung Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan di sebelah kanan adalah patung Wajrapāņi. Relief yang muncul berupa ukiran Brahman dan kepiting :

angsa dan kura-kura : Dharmabuddhi dan Dustabuddhi dan dua jenis burung beo.

Baca Juga : Mengenal Game Judi Slot Online Habanero

3. Pura Ngawen

Pura Ngawen terletak di desa Ngawe, magelang dan dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Mataram kuno oleh Dinasti Syailendra.

Candi ini sendiri terdiri dari 2 candi kecil yang dihiasi oleh patung singa di ke empat di tiap sudutnya.

Relief di sisi candi dipahat oleh Kinnara, Kinnari dan kala-makara. Candi ini dibangun pada abad ke-8 oleh Kerajaan Mataram Kuno sekitar tahun 824 M oleh Dinasti Syailendra.

4. Candi Lumbung

Candi Lumbung dibangun pada abad ke-9 M pada masa Kerajaan mataram kuno, bersebelahan dengan candi bubrah klaten.

Kelenteng long bang merupakan kumpulan candi besar bertema buddha, terdapat 16 candi kecil disekitarnya yang kondisinya relatif baik, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke candi tersebut.

5. Candi Banyunibo

Candi Banyunibo dibangun di masa kerajaan mataram kuno sekitar abad ke-9, dengan sebuah stupa di puncaknya yang merupakan simbol dari gaya candi buddha.

Candi Banyunibo (yang berarti tetesan air dalam bahasa Jawa) terletak di bagian timur Yogyakarta, tidak jauh dari candi ratu boko.

Keistimewaan di sini adalah relief Kalamakara, candi yang memiliki ruang tamu ini pertama kali ditemukan dan dipugar pada tahun 1940-an dan kini berada di area persawahan.

6. Pura Muara Takus

Pura Muara Takus yang terdiri dari bebatuan sungai, batu pasir dan batu bata ini terletak di desa muara takus di riau, 134 kilometer sebelah barat kota pekanbaru.

Ada beberapa bangunan-bangunan candi di dalamnya, yaitu candi Sulung/Tua, bungsu, mahligai dan juga candi palangka.

Para ahlipun belum bisa memastikan secara pasti kapan candi ini di bangun, tapi candi ini pun di yakini sudah ada pada zaman kerajaan sriwijaya.

Candi tertua di sumatera ini terbungkus dinding berukuran (74 X 74 M) dan dinding tanah 1,5 X 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks dan mengalir ke pinggiran Sungai Kampar Kanan di kota riau.

Kuil inipun di dinominasikan sebagai warisan dunia di UNESCO pada tahun 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *